Sabtu, 07 Mei 2016

“Entah apa judulnya”

“Entah apa judulnya”
Kau terbangkanku ke awan lalu jatuhkan ke dasar jurang..
Ya, lirik lagu itu yg tepat untuk menggambarkan suasana hati saat ini.. sebenarnya apa salahku? Setiap dekat dengan seseorang, awalnya indah tapi akhirnya selalu seperti ini,, memang tidak pernah ada status layaknya teman2 yg lain saat menjalin hubungan atau dekat dengan seseorang, namun aku belum pernah merasakan indah hingga akhir, inilah yg mendasariku untuk tidak dekat dengan seseorang,, lebih baik sendiri seperti biasanya, terserah mau dibilang cupu, kutu buku, jomblo dari lahir, yang penting aku bahagia, daripada dekat dengan seseorang tapi akhirnya seperti ini..
Ini bukan kali pertama, sampai suatu hari ada teman mengataiku “bolehlah prestasimu baik, mulus, tapi kisah cintamu tak pernah mulus”.. awalnya aku biasa saja dengan kalimat itu, namun lama2 aku berfikir,apakah ini benar..  
Setiap manusia pasti mempunyai feeling saat ada sesuatu yang berbeda.. termasuk denganmu saat ini, kau biasanya tidak seperti ini.. aku tau kau perlahan-lahan mulai menjauhiku, apa salahku? Kenapa tidak kau katakan langsung? Takut menyakiti? Bagiku ketika kau mencoba menjauh perlahan-lahan seperti ini sama saja seperti kau mencoba melukaiku perlahan-lahan, dan itu rasanya jauh lebih sakit.. aku mencoba bersikap biasa, karena aku berfikir, aku ini siapa? Tidak ada hak untuk marah ataupun sedih, namun aku kecewa dengan perubahan sikapmu.. terkadang tidak tahu itu lebih baik daripada berpura-pura tidak tahu..
Aku memang tidak seperti kebanyakan cewek jaman sekarang yang cantik, seksi, modis, dan jago dandan.. tapi setidaknya aku punya hati, yang seharusnya tidak tergores setiap aku dekat dengan seseorang..
Terkadang ada semacam iri ketika teman2 yang lain telfonan, ataupun ketemuan dengan seseorang yang spesial, namun aku bisa apa? Menunggu dan terus menunggu kabar darimu yang entah kapan datangnya... aku mengalah memberi kabar lebih dulu ataupun telfon lebih dulu tapi apa balasannya? Kau mencoba mencari alasan untuk menutup telfonnya, tidak seperti biasanya sampai lupa waktu saat berbincang denganmu..
Jadi selama ini kau anggap aku ini apa? Mungkin teman2ku akan tersenyum nyinyir saat membaca coretanku ini, malang sekali nasibku ini, pasti ini yang ada dibenak mereka..
Sudahlah, Tuhan Maha Segalanya.. aku hanya bisa berharap padaNya.. semoga kelak akan ada kado kejutan indah yang disiapkan untukku.. amiiin



ZN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar