Bruuuk..
Seperti
biasa saat jam istirahat sekolah,kantin selalu ramai. Rachel dan sahabatnya
yaitu si Nisa ngobrol sambil menikmati jajanan kantin. Layaknya anak jaman
sekarang, yang diobrolin pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya cowok. Jadi si
Rachel ini udah lama suka sama kakak kelasnya, namanya Farel. Sampai pada
akhirnya Farel ini lulus, rasa suka Rachel tetap sama. Walaupun hanya dipendam,
dan beruntungnya Farel ini anak yang aktif saat di bangku sekolah, jadi ketika
sudah menjadi alumnipun dia diminta oleh guru-guru untuk mengajar
ekstrakurikuler di sekolah.
Saat lagi
asik-asiknya ngobrol, nggak sengaja Nisa melihat sosok Farel dari kejauhan lagi
berdiskusi dengan teman-temannya. Dan Nisa tanpa berpikir panjang langsung
memberitahu Rachel.
“Rachel,itu ada ka Farel..” bisik
Nisa.
“heee? Mana?” tanya Rachel.
“Itu lhooo.. bentar yaa aku
panggilin..” jawab Nisa sambil menunjuk ke arah Farel.
“Ka Fareeeeeeeeeeeeel..” teriak
Nisa.
Farelpun mendengar teriakan
itu,dan berusaha mencari sumber suara.
Kedua matapun bertemu.. yaitu
antara Rachel dan Farel. Farel berpikir kalau orang yang memanggilnya tadi
adalah Rachel, karena Nisa langsung ngumpet setelah berteriak tadi. Rachelpun
kaget bukan main, salah tingkah. Dia memang selalu seperti itu ketika bertemu
dengan Farel.
Tanpa diduga, ternyata Farel
menghampiri Rachel.
“Rachel,kamu tadi manggil aku ya?
Ada apa?” tanya Farel.
“eee itu anu.. “ jawab Rachel
sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali nggak gatal.
Nisa dari kejauhan tampak
mengedipkan sebelah matanya pada Rachel, tanda bahwa inilah saatnya ngobrol
dengan Farel, mumpung ada kesempatan.
Akhirnya Rachelpun mengiyakan
pertanyaan dari Farel tadi.
Merekapun
duduk bersebelahan di kursi kantin. Awalnya Rachel merasa canggung mengobrol
dengan Farel, karena biasanya dia hanya melihat orang yang disukainya itu dari
jauh, dia masih tidak percaya kalau orang yang disebelahnya itu adalah Farel,
orang yang selama ini disukainya.
Di tengah-tengah ngobrol
tiba-tiba..
“Rachel, aku mau tanya sama
kamu.”
“Tanya apa kak?”
“Apa benar kamu suka sama aku?”
Sontak Rachel kaget dengan
pertanyaan itu, rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.
“Sebenernya aku udah tau
semuanya,aku tau kalau kamu suka sama aku sejak aku masih sekolah disini,
kenapa kamu nggak pernah bilang?” tambah Farel.
Rachel hanya terdiam.
“Sebenarnya, aku juga punya
perasaan yang sama, aku suka sama kamu dari awal kita ketemu..” Farel
menyatakan perasaannya pada Rachel.
“kakak serius ka? Kakak beneran
suka sama aku?” tanya Rachel seolah nggak percaya dengan perkataan Farel
barusan.
“Iya, jadi mulai sekarang kita
resmi jadian ya..” jawab Farel sambil tersenyum.
“i i iya ka.. ” jawab Rachel
dengan terbata-bata.
Hari itu
Rachel merasa senang sekali, dia merasa akhirnya penantiannya selama ini nggak
sia-sia. Dari dulu dia hanya suka dengan Farel, dan tetap setia menunggu pujaan
hatinya itu. Tidak terlintas dalam benak Rachel, kalau dia bakal jadian dengan
Farel seperti yang terjadi barusan.
Teeet.. teeet.. bel tanda masuk
berbunyi.
“Aku masuk kelas dulu ya ka..”
“oke.. nanti pulang sekolah kita
ketemu ya di taman dekat perpus..” pinta Farel.
“oke ka..” jawab Rachel.
Walau sudah jadian, Rachel tetap
memanggil Farel dengan sebutan kakak, karena dia merasa nyaman dengan itu.
Farelpun nggak mempermasalahkannya.
Di kelas,Rachel senyum-senyum
sendiri sambil membayangkan apa yang barusan terjadi antara dia dengan Farel.
“Hayoooo senyum-senyum sendiri
niii.. cerita dooong!!!” paksa Nisa pada Rachel.
“Hehe.. aku barusan jadian sama
Ka Farel.. ” jawab Rachel.
“Serius?? Waaah selamat yaaaa.. ”
Nisa memeluk sahabatnya itu.
Entah
kenapa Rachel sangat bersemangat saat jam pelajaran fisika saat itu. Dia
seperti mendapat energi dari pacar barunya itu. Dia sangat ingin segera bertemu
dengan Farel saat pulang sekolah nanti.
Teeet.. teeet.. teeet.. bel tanda
pulang berbunyi.
Rachel langsung berlari keluar
kelas setelah mendengar bel. Dia langsung pamit dengan sahabatnya.
Di taman dekat perpus, Farel
telah menunggu Rachel sambil membaca buku. Yap, hobi Farel dari dulu adalah
membaca. Dia selalu melakukan hobinya itu saat ada waktu luang.
Beberapa menit kemudian,
Rachelpun datang menghampiri Farel.
“Udah lama nunggu ka?” tanya
Rachel.
“Nggak kok. Ayo pulang,aku
anterin kamu ya..” jawab Farel dengan senyum.
“oke” segera Rachel mengiyakan
tawaran Farel.
Saat berjalan menuju parkiran,
Rachel bertanya satu hal pada Farel.
“Ka,ini aku nggak mimpi kan??”
tanya Rachel sambil terus mencubit pipinya,memastikan bahwa dirinya nggak
mimpi.
“Nggak Rachel” jawab Farel sambil
mencolek hidung Rachel.
Rachel tersipu malu,dan
pipinyapun tiba-tiba memerah.
Bruuuk..
Rachel terjatuh dari tempat
tidurnya. Ternyata semua cerita indah tadi hanya mimpi. Rachelpun menggerutu
karenanya.
“Yaaaaah Cuma mimpi...”
Namun setelah itu Rachel berharap
mimpinya itu akan menjadi kenyataan. Karena sampai saat ini Rachel sudah
memendam perasaan pada Farel sudah hampir 5 tahun. Dia tetap senang dan
bersyukur walau semuanya itu hanyalah mimpi.
ZN