Sabtu, 07 Mei 2016

Cerpen "Bruuuk..."

Bruuuk.. 
Seperti biasa saat jam istirahat sekolah,kantin selalu ramai. Rachel dan sahabatnya yaitu si Nisa ngobrol sambil menikmati jajanan kantin. Layaknya anak jaman sekarang, yang diobrolin pasti nggak jauh-jauh dari yang namanya cowok. Jadi si Rachel ini udah lama suka sama kakak kelasnya, namanya Farel. Sampai pada akhirnya Farel ini lulus, rasa suka Rachel tetap sama. Walaupun hanya dipendam, dan beruntungnya Farel ini anak yang aktif saat di bangku sekolah, jadi ketika sudah menjadi alumnipun dia diminta oleh guru-guru untuk mengajar ekstrakurikuler di sekolah.
Saat lagi asik-asiknya ngobrol, nggak sengaja Nisa melihat sosok Farel dari kejauhan lagi berdiskusi dengan teman-temannya. Dan Nisa tanpa berpikir panjang langsung memberitahu Rachel.
“Rachel,itu ada ka Farel..” bisik Nisa.
“heee? Mana?” tanya Rachel.
“Itu lhooo.. bentar yaa aku panggilin..” jawab Nisa sambil menunjuk ke arah Farel.
“Ka Fareeeeeeeeeeeeel..” teriak Nisa.
Farelpun mendengar teriakan itu,dan berusaha mencari sumber suara.
Kedua matapun bertemu.. yaitu antara Rachel dan Farel. Farel berpikir kalau orang yang memanggilnya tadi adalah Rachel, karena Nisa langsung ngumpet setelah berteriak tadi. Rachelpun kaget bukan main, salah tingkah. Dia memang selalu seperti itu ketika bertemu dengan Farel.
Tanpa diduga, ternyata Farel menghampiri Rachel.
“Rachel,kamu tadi manggil aku ya? Ada apa?” tanya Farel.
“eee itu anu.. “ jawab Rachel sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali nggak gatal.
Nisa dari kejauhan tampak mengedipkan sebelah matanya pada Rachel, tanda bahwa inilah saatnya ngobrol dengan Farel, mumpung ada kesempatan.
Akhirnya Rachelpun mengiyakan pertanyaan dari Farel tadi.
Merekapun duduk bersebelahan di kursi kantin. Awalnya Rachel merasa canggung mengobrol dengan Farel, karena biasanya dia hanya melihat orang yang disukainya itu dari jauh, dia masih tidak percaya kalau orang yang disebelahnya itu adalah Farel, orang yang selama ini disukainya.
Di tengah-tengah ngobrol tiba-tiba..
“Rachel, aku mau tanya sama kamu.”
“Tanya apa kak?”
“Apa benar kamu suka sama aku?”
Sontak Rachel kaget dengan pertanyaan itu, rasanya seperti tersambar petir di siang bolong.
“Sebenernya aku udah tau semuanya,aku tau kalau kamu suka sama aku sejak aku masih sekolah disini, kenapa kamu nggak pernah bilang?” tambah Farel.
Rachel hanya terdiam.
“Sebenarnya, aku juga punya perasaan yang sama, aku suka sama kamu dari awal kita ketemu..” Farel menyatakan perasaannya pada Rachel.
“kakak serius ka? Kakak beneran suka sama aku?” tanya Rachel seolah nggak percaya dengan perkataan Farel barusan.
“Iya, jadi mulai sekarang kita resmi jadian ya..” jawab Farel sambil tersenyum.
“i i iya ka.. ” jawab Rachel dengan terbata-bata.
Hari itu Rachel merasa senang sekali, dia merasa akhirnya penantiannya selama ini nggak sia-sia. Dari dulu dia hanya suka dengan Farel, dan tetap setia menunggu pujaan hatinya itu. Tidak terlintas dalam benak Rachel, kalau dia bakal jadian dengan Farel seperti yang terjadi barusan.
Teeet.. teeet.. bel tanda masuk berbunyi.
“Aku masuk kelas dulu ya ka..”
“oke.. nanti pulang sekolah kita ketemu ya di taman dekat perpus..” pinta Farel.
“oke ka..” jawab Rachel.
Walau sudah jadian, Rachel tetap memanggil Farel dengan sebutan kakak, karena dia merasa nyaman dengan itu. Farelpun nggak mempermasalahkannya.
Di kelas,Rachel senyum-senyum sendiri sambil membayangkan apa yang barusan terjadi antara dia dengan Farel.
“Hayoooo senyum-senyum sendiri niii.. cerita dooong!!!” paksa Nisa pada Rachel.
“Hehe.. aku barusan jadian sama Ka Farel.. ” jawab Rachel.
“Serius?? Waaah selamat yaaaa.. ” Nisa memeluk sahabatnya itu.
Entah kenapa Rachel sangat bersemangat saat jam pelajaran fisika saat itu. Dia seperti mendapat energi dari pacar barunya itu. Dia sangat ingin segera bertemu dengan Farel saat pulang sekolah nanti.
Teeet.. teeet.. teeet.. bel tanda pulang berbunyi.
Rachel langsung berlari keluar kelas setelah mendengar bel. Dia langsung pamit dengan sahabatnya.
Di taman dekat perpus, Farel telah menunggu Rachel sambil membaca buku. Yap, hobi Farel dari dulu adalah membaca. Dia selalu melakukan hobinya itu saat ada waktu luang.
Beberapa menit kemudian, Rachelpun datang menghampiri Farel.
“Udah lama nunggu ka?” tanya Rachel.
“Nggak kok. Ayo pulang,aku anterin kamu ya..” jawab Farel dengan senyum.
“oke” segera Rachel mengiyakan tawaran Farel.
Saat berjalan menuju parkiran, Rachel bertanya satu hal pada Farel.
“Ka,ini aku nggak mimpi kan??” tanya Rachel sambil terus mencubit pipinya,memastikan bahwa dirinya nggak mimpi.
“Nggak Rachel” jawab Farel sambil mencolek hidung Rachel.
Rachel tersipu malu,dan pipinyapun tiba-tiba memerah.


Bruuuk..
Rachel terjatuh dari tempat tidurnya. Ternyata semua cerita indah tadi hanya mimpi. Rachelpun menggerutu karenanya.
“Yaaaaah Cuma mimpi...”
Namun setelah itu Rachel berharap mimpinya itu akan menjadi kenyataan. Karena sampai saat ini Rachel sudah memendam perasaan pada Farel sudah hampir 5 tahun. Dia tetap senang dan bersyukur walau semuanya itu hanyalah mimpi.



                                                                                                                                   ZN



“Entah apa judulnya”

“Entah apa judulnya”
Kau terbangkanku ke awan lalu jatuhkan ke dasar jurang..
Ya, lirik lagu itu yg tepat untuk menggambarkan suasana hati saat ini.. sebenarnya apa salahku? Setiap dekat dengan seseorang, awalnya indah tapi akhirnya selalu seperti ini,, memang tidak pernah ada status layaknya teman2 yg lain saat menjalin hubungan atau dekat dengan seseorang, namun aku belum pernah merasakan indah hingga akhir, inilah yg mendasariku untuk tidak dekat dengan seseorang,, lebih baik sendiri seperti biasanya, terserah mau dibilang cupu, kutu buku, jomblo dari lahir, yang penting aku bahagia, daripada dekat dengan seseorang tapi akhirnya seperti ini..
Ini bukan kali pertama, sampai suatu hari ada teman mengataiku “bolehlah prestasimu baik, mulus, tapi kisah cintamu tak pernah mulus”.. awalnya aku biasa saja dengan kalimat itu, namun lama2 aku berfikir,apakah ini benar..  
Setiap manusia pasti mempunyai feeling saat ada sesuatu yang berbeda.. termasuk denganmu saat ini, kau biasanya tidak seperti ini.. aku tau kau perlahan-lahan mulai menjauhiku, apa salahku? Kenapa tidak kau katakan langsung? Takut menyakiti? Bagiku ketika kau mencoba menjauh perlahan-lahan seperti ini sama saja seperti kau mencoba melukaiku perlahan-lahan, dan itu rasanya jauh lebih sakit.. aku mencoba bersikap biasa, karena aku berfikir, aku ini siapa? Tidak ada hak untuk marah ataupun sedih, namun aku kecewa dengan perubahan sikapmu.. terkadang tidak tahu itu lebih baik daripada berpura-pura tidak tahu..
Aku memang tidak seperti kebanyakan cewek jaman sekarang yang cantik, seksi, modis, dan jago dandan.. tapi setidaknya aku punya hati, yang seharusnya tidak tergores setiap aku dekat dengan seseorang..
Terkadang ada semacam iri ketika teman2 yang lain telfonan, ataupun ketemuan dengan seseorang yang spesial, namun aku bisa apa? Menunggu dan terus menunggu kabar darimu yang entah kapan datangnya... aku mengalah memberi kabar lebih dulu ataupun telfon lebih dulu tapi apa balasannya? Kau mencoba mencari alasan untuk menutup telfonnya, tidak seperti biasanya sampai lupa waktu saat berbincang denganmu..
Jadi selama ini kau anggap aku ini apa? Mungkin teman2ku akan tersenyum nyinyir saat membaca coretanku ini, malang sekali nasibku ini, pasti ini yang ada dibenak mereka..
Sudahlah, Tuhan Maha Segalanya.. aku hanya bisa berharap padaNya.. semoga kelak akan ada kado kejutan indah yang disiapkan untukku.. amiiin



ZN

Seandainya...

Seandainya saja kau tahu sesuatu,,
Sesuatu yang selama hampir tujuh tahun ini aku pendam,,
Sesuatu yang selalu ingin aku ungkapkan,,
Sesuatu yang sudah lama menantikan jawabannya,,
Sesuatu yang selalu membuncah saat berpapasan denganmu,,
Sesuatu itu adalah perasaanku,,
Ya, perasaanku padamu,,

ZN